NEWS TICKER

7 bulan

Pihak PLN Akhirnya Turun Melakukan Inspeksi Pada Kabel Bertegangan Tinggi Yang Menjuntai Di Kampung Baru Siliragung

25 Januari 2023 99 KALI DILIHAT

BANYUWANGI, MediaSorotMata.com – Pihak PLN dari UPT Jajag akhirnya turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi terhadap aduan masyarakat Kampung Baru Dusun Krajan Desa Siliragung Kecamatan Siliragung Kabupaten Banyuwangi perihal kabel bertegangan tinggi yang menjuntai dan menyentuh tanah di wilayah Kampung Baru tersebut pada Rabu (25/1/2023).

Diberitakan sebelumnya, warga masyarakat yang tinggal dan berlalu lalang di pemukiman tersebut merasa khawatir dengan adanya kabel listrik bertegangan tinggi yang memasok kebutuhan listrik untuk kegiatan pertambangan PT BSI yang menjuntai rendah sekitar 2,5 meter bahkan pada salah satu tiang yang ada didepan sekolah SLTP Kartika Wijaya keberadaan kabel sampai menyentuh tanah.

Berawal dari keluhan warga masyarakat Kampung Baru kepada media ini dan juga kepada salah seorang tokoh masyarakat Drs. Nuryanto tentang keberadaan kabel listrik bertegangan tinggi yang menjuntai tersebut, akhirnya Drs. Nuryanto mendatangi kantor PLN UPT Jajag untuk meminta penjelasan sekaligus pembenahan keberadaan kabel yang membentang disepanjang jalan masuk pemukiman serta disekitar sekolah SLTP tersebut.

Sayangnya, tokoh masyarakat tersebut tidak bisa menemui pimpinan kantor PLN dan hanya diterima oleh petugas yang jaga. Akhirnya setelah membuat aduan, Drs. Nuryanto memberikan nomer telepon kepada petugas jaga untuk komunikasi lebih lanjut dengan pegawai PLN yang berwenang melakukan pembenahan pada kabel kabel tersebut.

Hingga akhirnya pada hari ini, petugas dari PLN turun kembali untuk melihat kondisi kabel tersebut.

Petugas PLN dari UPT Jajag, Sujarni mengatakan sudah mendokumentasikan kabel kabel yang dikhawatirkan warga dan akan meneruskannya ke pimpinan untuk diambil langkah lebih lanjut. “Sudah kami ambil foto dari keberadaan kabel yang dikhawatirkan penduduk sini, dan secepatnya akan kami laporkan ke pimpinan untuk tindakan selanjutnya”, ucapnya.

Sementara itu, Drs. Nuryanto menanyakan tenggang waktu untuk tindakan selanjutnya itu kapan, karena keberadaan kabel tersebut menurut keterangan warga sudah cukup lama bahkan dulu juga pernah di inspeksi seperti saat ini tapi tidak ada pengerjaan.

“Kira kira kapan bisa segera ditindaklanjuti dan dikerjakan pembenahan, karena posisi kabel seperti ini sudah cukup lama, malah menurut keterangan warga, dulu juga pernah di inspeksi tapi tidak ada pengerjaan pembenahan”, tanyanya.

Sujarni sendiri tidak bisa memastikan kapan akan dilakukan pengerjaan pembenahan, karena harus menunggu instruksi dari pimpinan.

Mendengar jawaban itu, Drs. Nuryanto menegaskan, bahwa atas nama warga kampung baru, dirinya memberi tenggang waktu 1 minggu untuk segera dilakukan pengerjaan pembenahan.

“Baik Pak, saya atas nama masyarakat Kampung Baru memberikan waktu satu minggu terhitung dari hari ini untuk segera ditindaklanjuti. Kasihan penduduk sini, mau melintas was was, mau membakar sampah juga tidak berani karena takut menyulut kabel yang rendah itu”, tegasnya.

Selain itu, dari percakapan media ini dengan pihak PT BSI melalui telepon whatsapp, pihak PT BSI sendiri akan kembali meminta pihak PLN untuk segera membenahi kabel kabel yang kenyataannya memang berbahaya dan mengganggu aktivitas warga setempat.

“Iya mas, akan kami bantu untuk memfollow up PLN lagi untuk segera melakukan pembenahan, agar masyarakat Kampung Baru bisa tenang dan tidak khawatir dengan keberadaan kabel tersebut”, jelasnya.

Masyarakat Kampung Baru sendiri merasa cukup lega setelah kedatangan petugas PLN pada hari ini, namun salah seorang waga masyarakat meminta kepada PLN, ini bukan hanya peredam kekhawatiran warga masyarakat Kampung Baru ini tetapi harus dilaksanakan. “Kami lega karena sudah ada petugas yang datang. Tapi jangan hanya dijadikan peredam kekhawatiran warga saja. Harus segera dilaksanakan”, ucapnya.

Menurut tokoh masyarakat Drs. Nuryanto, pihaknya akan terus mengawal keluhan serta aduan masyarakat Kampung Baru ini sampai selesai.

“Akan kita kawal mas, sampai benar-benar dikerjakan dan selesai dengan harapan masyarakat”, pungkasnya. (Fir/Nang)