NEWS TICKER

2 bulan

Bupati Ponorogo Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana

, 26 Oktober 2021 3 KALI DILIHAT

PONOROGO, MediaSorotMata.com – Memasuki akhir tahun dengan berbagai potensi bencana hidrometeorologi, Pemkab Ponorogo melakukan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan menyiagakan pasukan dan berbagai alat dipersiapkan.

Persiapan ini terlihat dalam Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi tahun 2021 Kabupaten Ponorogo pada Senin (25/10/2021) di Aloon-Aloon Kabupaten Ponorogo. Sebanyak lebih dari 300 pasukan yang merupakan perwakilan dari berbagai unsur dihadirkan dalam apel pasukan ini. Mulai dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, Pramuka, ORARI, RAPI, Relawan Desa Tangguh Bencana hingga Komunitas Jeep.

“Kita tahu Ponorogo ini bagian dari Jawa Timur yang memang merupakan wilayah rawan bencana. Sehingga, pagi ini pasukan untuk mitigasi dan penanggulangannya kita apelkan dan kita siapkan peralatannya. Harapannya tidak ada bencana, tapi kita harus bersiap untuk itu,” ungkap Bupati Ponorogo Sugiri  Sancoko usai menjadi pimpinan apel gelar pasukan tersebut.

Ada sejumlah alat baru yang disiapkan terkait bencana hidrometeorologi yang telah dipersiapan. Seperti gergaji bergagang panjang untuk mengatasi ranting yang rawan patah atau sejenisnya, atau katrol berharness, serta beberapa perahu karet. Ada pula perahu besi dari TNI.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Imam Basori mengatakan, saat ini ada 10 kecamatan di Ponorogo yang dinilai rawan bencana hidrometeorologi. Mulai dari tanah longsor, angin puting beliung hingga banjir bahkan kebakaran hutan dan lahan. Di antaranya adalah Kecamatan Ngrayun, Slahung, Sawoo, Ngebel, Pulung, Pudak, Sooko, Badegan, Sampung dan Ponorogo.

“Semua yang memiliki perbukitan sangat rawan terjadi bencana hidrometeorologi. Untuk Kecamatan Ponorogo kerawanannya ya banjir sebab muara semua sungai yang ada di Ponorogo ini kan ya di Kota Ponorogo, di Sungai Sekayu sebelum ke Madiun,” ungkap Imam Basori. (Man)

Related posts

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments