NEWS TICKER

2 bulan

Gugatan Rumah Dan Tanah Pembelian Bersama Pasangan Suami Istri Tidak Sah

, 23 Februari 2022 139 KALI DILIHAT

BOJONEGORO, MediaSorotMata.com Bertempat di Balai Desa Ngumpak Ndalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Advokad Budi Prayitno, S.H.I telah di temui awak media, dia menyampaikan gugatan yang di kuasa kan kepada dirinya atas sengketa tanah yang berlokasi di Perumahan Citra Alam Asri Blok A-9 Desa Ngumpak Ndalem Kecamatan Dander Bojonegoro, Rabu (23/2/2022).

Dalam keterangan advokat yang beralamat di jalan Bengawan Solo No.242 Dusun Demaan Desa Dengok Kecamatan Padangan ini, Budi Prayitno mengatakan sudah berkali-kali mediasi telah di lakukan, namun kali ini belum menghasilkan kesepakatan apapun, namun sebesar apapun permasalahan pasti akan mendapatkan kejelasan,” imbuhnya, dalam keterangannya sebelum sidang penggugat Sutrisno bin Saeran Melalui kuasa hukumnya Budi Prayitno SH, dirinya berharap kepada majelis hakim pengadilan Negeri Bojonegoro mengabulkan “gugatan melawan hukum disertai ganti rugi dan sita jaminan” yang telah di lakukan oleh Citra Anita Asrining Aprilia Ningsih.

Mengurai kasus perdata yang di tanganinya sangat rumit karena menyangkut banyak orang, tergugat satu wanita simpanan yang di belikan rumah untuk tinggal bersama dengan pengikatan jual beli (PJB), tergugat dua Muhammad Fahrul Riza direktur PT. Pitono Putra Group sebagai developer perumahan Citra Alam Asri, sebagaimana perjanjian pembelian perumahan dengan model pengikatan jual beli (PJB), turut tergugat Notaris Yulia Widya SH Mkn dan kepala desa ngumpak ndalem Ahmad Burhani S.H.I dan seterusnya.

Kronologi permasalahan ini dari pembelian rumah dan tanah awalnya di lakukan oleh Sutrisno bin paeran dan Citra Anita Asrining Aprilia Ningsih dengan sertifikat nantinya akan di namakan anak dari Aprilia Ningsih, namun karena dalam surat menyurat baru sampai pada pengikatan jual beli (PJB) maka pihak notaris tidak berani memproses ke sertifikat, dalam memproses sertifikat status tanah harus Akta Jual Beli (AJB),” terang Budi Prayitno, kemudian di ketahui surat keterangan perwalian yang di keluarkan oleh Pemdes setempat tanpa sepengetahuan penggugat Sutrisno.

Sampai disini wawancara kali ini, dengan kasus yang sama akan kita lanjutkan pada episode berikutnya. (Jalal)

Related posts

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments