NEWS TICKER

2 bulan

Majid Uno Dorong Anggota Dewan Gunakan Hak Interpelasi Untuk Tangani COVID-Delta di Sidoarjo

, 14 Juli 2021 19 KALI DILIHAT

SIDOARJO, MediaSorotMata.com – Sejumlah anggota dewan dan masyarakat sidoarjo menganggap penanganan pandemic Covid-Delta di kabupaten sidoarjo masih terlalu lemah, sehingga menimbulkan banyaknya korban yang berjatuhan dan kebingungan di tengah masyarakat selama PPKM darurat.
Koordinator LIRA Disability Care “LDC” Abdul Majid,S.E. menyampaikan, bahwa hal itu memang benar terjadi di tengah masyarakat Sidoarjo khususnya selama menjalani PPKM-DARURAT untuk memutus mata rantai penyebaran COVID -19-Delta yang semakin mengganas di kabupaten Sidoarjo, katanya kepada awak media, Selasa (13/7/2021). 

Majid mengatakan, dari hasil pantauan perbincangan di group-group WA dan portal berita online ya yang berseliweran ya soal lambatnya penangan pandemic di Sidoarjo.

Mayoritas masyarakat mengeluhkan tentang sulitnya mencari rumah sakit rujukan untuk penderita Covid, desakan untuk segera memperbanyak RS Darurat dan kebingungan warga yang sedang melakukan ISOMAN,” ungkapnya.

Penanganan pandemic ini harus dilaksanakan secara extraordinary, dimulai dari penetapan regulasi dan pengambilan kebijakan yang harus diambil oleh PEMKAB Sidoarjo dan jajaran anggota dewan di DPRD Sidoarjo,” ujarnya.

Ia memberikan contoh langkah extraordinary yang dapat diambil misalnya, dirinya mendesak para anggota Dewan di DPRD kabupaten Sidoarjo untuk segera menggunakan hak Interpelasi yang mereka miliki untuk meminta pertanggung jawaban Bupati terkait evaluasi penanganan pandemic selama ini,” paparnya.

Mengapa harus Interpelasi dan Mengapa harus memanggil Bupati? Ya karena ini sifatnya Darurat dan harus segera diambil kebijakan yang cepat, tepat dan terukur oleh pucuk pimpinan,” paparnya lagi.

Nah ini sekarang soal good will dan political will, pertanyaannya apakah anggota Dewan cukup bernyali memanggil Bupati Sidoarjo untuk rembukan di gedung dewan??, yaa harusnya berani kan ini hak konstitusional yang memang mereka miliki,” imbuhnya.

Majid yang juga cukup vocal menyuarakan isu-isu inklusi social di kabupaten sidoarjo itu, juga mendorong agar selurh anggota dewan turun lebih dalam dan jauh menyentuh masyarakat di pelosok Desa-desa agar mendapatkan data organic langsung dari masyarakat bukan dari acrobat data statistic yang bersumber dari server saja.

Coba dengarkan hamper tiap waktu toa-toa masjid mengumandangkan berita warga yang meninggal di musim pandemic ini, coba baca berita duka yang juga berseliweran setiap waktu di handphone kita masing-masing, apa hal ini masih dianggap kejadian biasa?? Yaa saya enggak tau harus mengadu kepada siapa lagi selain kepada Alloh SWT Tuhan yang maha kuasa,” pungkas pria yang juga akrab dipanggil Majid Uno. (Red)

Related posts

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments