NEWS TICKER

2 bulan

Survei Lapangan, Tim LIRA Diteriaki Maling Oleh Pekerja Tambang

, 31 Oktober 2021 111 KALI DILIHAT

MOJOKERTO, MediaSorotMata.com – Menjamurnya tambang galian C di Kabupaten Mojokerto membuat masyarakat semakin miris, terutama praktek ilegal maining (Penambangan ilegal) yang tidak bertanggungjawab.

Dalam penelusuran yang dilakukan oleh Tim Investigasi Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat (DPD LIRA) Mojokerto Raya ke Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo ditemukan lahan bekas galian yang tidak direklamasi.

Kondisi ini meresahkan warga, karena berpotensi longsor ketika terjadi hujan. Selain itu, warga juga mengeluhkan jalan yang rusak akibat aktivitas tambang.

“Warga di sini (Lebakjabung) sudah berupaya agar tambang ditutup, bahkan sampai ada yang melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta. Tapi semuanya tidak berhasil,” keluh warga yang ditemui tim investigasi DPD Lira Mojokerto Raya di salah satu warung, Rabu (27/10/2021).

“Bahkan saat ini, Kepala Desa Lebakjabung masuk bui karena membela kepentingan warga,” sahut warga yang lain menimpali.
Dari hasil pengumpulan keterangan warga, Lira memperoleh kesimpulan bahwa warga sudah tidak menghendaki adanya penambangan. Karena mereka merasa manfaat yang diterima tidak setimpal dengan kerusakan alam yang diakibatkan oleh aktivitas tambang.

“Dibanding manfaatnya, kerusakannya jauh lebih besar dan harus ditanggung oleh semua penduduk desa bahkan sampai anak cucu. Karena untuk pemulihan lingkungan butuh waktu yang panjang,” kata mereka.

“Oleh karena itu, sekarang kita ingin desa ini menjadi desa wisata bukan lagi daerah tambang,” imbuh mereka.

Komandan Brigade Lira, Suliwarno selaku Ketua Tim Investigasi mengatakan pihaknya hanya bermaksud untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat.

“Kita kesini untuk melihat langsung kondisi di lapangan, selanjutnya akan kita sikapi,” ungkap Suliwa, sapaan akrabnya.

Suliwa menyesalkan sikap para pekerja tambang yang tidak ramah. “Mereka berusaha mengusir kita dengan kata-kata dan sikap yang kasar. Bahkan, tadi kita diteriaki maling,” ujarnya.

Terkait perizinan, Suliwa belum berani memberikan komentar karena pihaknya belum menemukan keberadaan kantor perusahaan penambang tersebut. (tim)

Related posts

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments